Nomor 3 Bikin AS Gigit Jari, Inilah 4 Intelijen Siber Terkuat Dunia 0 22

Pasca-serangan terorisme sebelas September 2001 pada New York, Amerika Perkumpulan (AS), terjadi pergeseran di dalam operasi intelijen. Pola mengumpulkan data bersama informasi tatkala ini memasang media siber maupun yg disebut intelijen siber atau juga cyber intelligence.

Pergeseran ini terjadi karna pemakaian tehnologi informasi beserta komunikasi (TIK) yg utuh, khususnya internet dengan media sosial, selain pemakaian sarana penyadap.

Berikut empat unit intelijen siber terkuat dunia yg diakui dengan disegani Dunia Barat, menurut data yg dikelola VIVA, Kamis, sebelas Oktober 2018.

satu. Unit 26165 Rusia

Unit ini pada bawah Direktorat Intelijen Primer atau juga Glavnoye Razvedyvatel’noye Upravleniye(GRU). Artinya, seluruh personel Unit 26165 mewujudkan elit militer yg menyandang program jangka panjang buat menjalankan operasi ilegal pada seluruh dunia, serta dipandang selaku pemain dunia maya primer negri Beruang Putih.

Bukan itu ajah. Unit tersebut enggak mempunyai situs web publik sendiri serta kagak berkomentar ala terbuka berhubungan dengan tindakannya. Struktur, jumlah staf, serta pembiayaan dinas intelijen militer Rusia ini mewujudkan rahasia negara.

Mengutip The Telegraph, Amerika Perkumpulan, Belanda beserta WADA sepakat menuding GRU berada pada balik kisruh pada negara kalian masing-masing. Pemerintah AS memberi hukuman terhadap staf GRU terhitung pimimpinannya, Igor Korobov, implikasi upaya ikut campur di dalam Pemilihan Presiden 2016 melalui dunia maya.

Sedang, The World Anti-Doping Agency (WADA) alias Badan Anti-Doping Dunia pula menjalani serangan yg melibatkan pelepasan Therapeutic Use Exemptions (TUE) buat mereka atlit olahraga, inklusif peraih medali emas Olimpiade empat kali AS, Simone Biles bersama kakanda beradik petenis Venus dengan Serena Williams.

Presiden WADA, Craig Reedie, menandaskan maka peretasan itu jelas mewujudkan serangan pembalasan setelah 118 atlit Rusia dikekang bertanding pada Olimpiade Rio De Janiero, Brasil, pada 2016, setelah terungkapnya skandal doping ‘yg disponsori negara’.

Ada juga Belanda mengaku telah menangkap empat mata-mata siber GRU yg mencoba meretas Organisasi Pelarangan Senjata Kimia maupun The Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) pada Den Haag.

dua. Unit 8200 Israel

Dibentuk pada 1952, unit yg bernama lain Yehida Shmoneh-Matayim ini merupakan unit spesifik yg dibentuk serta dimiliki Israel Defence Forces maupun Pasukan Pertahanan Israel.

Unit yg konon lebih hebat sejak United States Cyber Command (US CYBERCOM) ini terbiasa bertugas memakai serta memahami tehnologi, kecuali menciptakan tehnologi seolah-olah SIGINT (Signal Intelligence) alias tehnik memperoleh beserta mengelola big data.

Tugas tentara siber Israel ini meminimalisir jumlah korban, bagus warga sipil atau juga pasukan Israel, di dalam perang melawan terorisme, laksana dikutip sedari Washington Post.

Kalian wajib membongkar kode beserta sinyal intelijen lawan maupun musuh. Unit 8200 wajib memutuskan karena itu sekedar ‘masyarakat-publik jahat’ yg mengancam keamanan negri Yahudi.

Keliru satu ‘berkat karya’ unit ini merupakan, pada 2010, menciptakan malware Stuxnet yg dirancang bagi menghancurkan sentrifugal – sarana memperkaya uranium – pada sistim nuklir Iran, Natanz. Serta bersama Lembaga Sinyal Intelijen NSA (SIGINT) AS, Stuxnet diklaim selaku senjata siber militer yg paling canggih.

tiga. Unit 61398 China

Unit ini satu sedari dua puluh tentara siber milik Angkatan Bersenjata China (PLA), yg bermarkas pada satu buah gedung duabelas lantai pada Jalan Datong, Distrik Pudong, Shanghai.

Berlandaskan laporan perusahaan keamanan internet, Mandiant, dilansir sedari The Diplomat, terdapat 141 perusahaan yg jadi sasaran primer Unit 61398, dengan 115 pada antaranya berada pada Amerika Perkumpulan.

Perusahaan-perusahaan yg diincar bergerak pada industri strategis bagaikan penerbangan, satelit, telekomunikasi beserta tehnologi informasi.

Tatacara bertugas unit ini, keliru satunya, melalui spear-phishing ataupun menyamarkan serangan di dalam macam-model lain. Contohnya, kalian mengirim email ke sasaran yg isinya brosur kursus. Berkat tak memicu kecurigaan bahwa korban membukanya.

Bila dibuka sistim peretas hendak langsung masuk ke jaringan keamanan korban beserta mencuri data-data alias destruktif sistim pada dalamnya. Tak pelak, tentang ini menciptakan AS kalang kabut menghadapi serangan padat unit siber China.

Tidak cuma perusahaan strategis, Unit 61398 pun membidik militer AS. Sedari 2010, unit siber negri Tirai Bambu itu mengincar data serta informasi berhubungan dengan rencana rahasia perang AS misal senjata nuklir, drone MQ-sembilan Reaper, dengan lain sebagainya.

empat. Unit 180 Korea Utara

Unit ini bagian mulai Reconnaissance General Bureau (RGB) alias Badan Intelijen Luar Negri Korea Utara. Para mempunyai spesifikasi perang siber. Unit 180 jua satu sedari banyak kelompok siber di dalam komunitas intelijen negri Kim Jong-un tersebut.

Kalian menyandang beberapa otonomi di dalam misi bersama tugasnya, serta dapat beroperasi semenjak hotel pada China maupun Eropa Timur. Walau sebagai itu, belom tersedia bukti kuat keterlibatan Unit 180 pada Amerika Perkumpulan, yg berhasil ‘memalak’ korban serta serangan virus ransomware WannaCry dengan meminta duit tebusan.

Dikutip sejak ABC.net.au, Unit 180 bertugas meretas institusi keuangan serta masuk serta menarik dana sejak beberapa gawat bank. Teknik kerja para dan teknik menyamar selaku karyawan pada sebanyak firma perdagangan milik Korut pada luar negri.

Apalagi, tersedia yg berhasil bertugas pada perusahaan milik China maupun perusahaan pada Asia Tenggara lainnya. Unit ini diduga kuat melancarkan peretasan pada beberapa bank seolah-olah pada Bangladesh, Filipina, Vietnam beserta Polandia.

Pada Juni 2016, Korea Utara diduga telah meretas lebih sejak 140 ribu komputer pada 160 perusahaan dengan kementerian pada Korea Selatan. Para menanam kode berbahaya selaku bagian sedari rencana jangka panjang buat serangan siber gedhe-besaran pada masa mendatang.

Negri Kim Jong-un itu lagi-lagi diduga melangsungkan serangan siber ke operator reaktor nuklir Korea Selatan pada 2014. Kendati sekian, semua tudingan tersebut ditolak mentah-mentah Korea Utara.

 

Sumber : https://www.viva.co.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *