Aturan Baru Instagram dan Facebook 0 105

Facebook dan Instagram akan lebih proaktif membatasi usia pengguna, terutama yang berusia di bawah usia 13 tahun. Secara teknis, sesuai kebijakan Facebook, usia minimum untuk membuat akun adalah 13 tahun.

Selama ini, ada reviewer/pengulas akun yang ditugaskan Facebook untuk mengonfirmasi bahwa usia pengguna yang baru saja membuat akun minimal adalah 13 tahun. Namun aturan itu belum ditegakkan sepenuhnya. Dalam kebijakan operasional yang baru ini, Facebook benar-benar akan menindak pengguna di bawah umur dengan bantuan para reviewer yang telah terlatih. Ketika para pengulas menemukan akun yang dimiliki anak usia di bawah 13 tahun dengan alasan apa pun, pengulas berhak untuk mengunci/memblokir akun tersebut. Jika akun yang diblokir tadi merasa usia mereka sudah 13 tahun atau lebih tua, mereka bisa membuka akun mereka kembali. Syaratnya, mereka harus menunjukkan kartu identitas resmi untuk membuktikan bahwa usia mereka sudah layak memiliki akun Facebook dan Instagram.

Perubahan ini dilakukan setelah beredar dokumenter dari kantor berita Inggris, Channel 4 yang berjudul “Inside Facebook: Secret of The Social Network”. Dokumenter tersebut menceritakan tentang salah satu jurnalis Channel 4 yang menyamar dan mengikuti training menjadi pengulas Facebook, melalui firma pihak ketiga bernama CPL yang bermarkas di Dublin, Irlandia. Hal yang menjadi sorotan di sana adalah, para pengulas yang ditugaskan untuk membantu menghapus konten negatif dan yang bertentangan dengan aturan Facebook, ternyata tidak sepenuhnya menjalankannya. Pura-pura buta Di salah satu cuplikannya, seorang moderator menerangkan bahwa pengulas tidak perlu menghapus konten meme bernada rasisme dan kekerasan, yang notabene bertentangan dengan kebijakan Facebook.

Para moderator yang dilatih juga diinstruksikan untuk mengabaikan para pengguna usia di bawah 13 tahun, kecuali akun tersebut mengakui jika mereka 13 tahun. “Kami harus memiliki pengakuan bahwa orang tersebut di bawah umur. Jika tidak, kami hanya ingin berpura-pura bahwa kami buta dan tidak tahu usia di bawah umur itu seperti apa,” ucap salah satu pengulas.

juru bicara Facebook mengatakan akan memperbarui pedoman untuk pelatihan para pengulas. “Karena program tersebut (dokumenter), kami bekerja keras memperbarui pedoman bagi para pengulas untuk menahan akun apa pun yang mereka temui jika mereka memiliki indikasi kuat bahwa akun itu di bawah umur, bahkan jika laporan atas akun tersebut untuk hal lain,” jelas Facebook.

Juru bicara Facebook menegaskan jika pelatihan untuk para pengulas tersebut bertujuan untuk menegakkan kebijakan usia pengguna Facebook dan Instagram. Ia juga mengatakan bahwa kebijakan batas usia minimal untuk membuat akun Facebook dan Instagram masih tetap sama, hanya panduan operasional yang diberikan kepada para pengulas yang berubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mudahnya Membedakan Aplikasi Palsu di Android 0 8

Sudah bukan rahasia kalau terdapat ratusan aplikasi palsu di App Store dan Google Play. Padahal, penggunaan aplikasi palsu berpotensi merugikan penggunanya.
Jika tidak waspada, penipu siber (scammer) diuntungkan dari informasi pribadi yang dimasukkan pelanggan, seperti kartu kredit, di aplikasi palsu tersebut.
Nah, berikut ini ada beberapa tips yang dapat membantu kamu untuk mengidentifikasi aplikasi asli atau palsu. Simak ulasannya sebagaimana dikutip CNET dari New York Times dan New York Post, Jumat (10/8/2018).

1. Periksa Nama Pengembang Aplikasi
Kamu harus tetap berhati-hati sebelum memasang aplikasi. Biasakan mengecek nama pengembang atau penerbit aplikasi. Terkadang, scammer menggunakan nama yang mirip. Misalnya, Overstock.com (asli) dan Overstock Inc (palsu). Hal ini dapat mengecoh si pengguna baru.

2. Periksa Ulasan di Toko Aplikasi
Sebuah aplikasi asli pasti akan memiliki ribuan ulasan (review) positif, sedangkan aplikasi palsu hampir tidak memiliki ulasan. Maka itu, selalu periksa ulasan yang ada di App Store atau Google Play.

3. Lihat Tanggal Publikasi
Sebuah aplikasi palsu akan memiliki tanggal publikasi terbaru. Karena aplikasi palsu biasanya meniru dari yang asli, aplikasi tersebut tentu baru dipublikasikan.

4. Periksa Kesalahan Ejaan Deskripsi
Jika kamu teliti, sebetulnya kamu dapat mengetahui aplikasi palsu dari kesalahan ejaan pada judul maupun deksripsinya.

5. Waspada Terhadap Diskon Belanja
Kedengarannya sangat menggiurkan, tetapi kamu harus tetap waspada terhadap aplikasi palsu. Jika ragu, kunjungi situs resmi aplikasi di browser kamu. Kemudian, cari ikon atau tombol yang bertuliskan “Dapatkan aplikasi kami”. Kamu akan diarahkan langsung ke App Store atau Google Play Store pada aplikasi yang asli.

Mudah bukan ? silahkan dicoba dan tetap waspada terhadap aplikasi palsu yang mungkin saja mengandung virus / malware yang dapat merugikan anda sebagai pengguna.

sumber : liputan6.com

Keuntungan Jadi Driver Ojol , Dapat Pembiayaan Perumahan Dari Grab 0 14

 Jakarta. Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk menjalin kerjasama strategis dengan PT Grab Indonesia dan PT Bank BNI Syariah untuk penyediaan fasilitas perumahan. Kerjasama ini berupa penyediaan fasilitas perumahan dan pembiayaan bagi para Mitra Grab Indonesia di kawasan perumahan Talaga Bestari, Tangerang.

Kerjasama ini secara resmi ditandai dengan prosesi penandatanganan Nota Kerjasama yang dilakukan oleh Suhendro Prabowo, Wakil Direktur dan Chief Operating Officer PT Intiland Development Tbk, Ridzki Kramadibrata, Managing Director PT Grab Indonesia, dan Abdullah Firman Wibowo, Direktur Utama PT Bank BNI Syariah. Acara penandatanganan kerjasama ini berlangsung di Intiland Tower Jakarta pada Rabu, 8 Agustus 2018.

Suhendro Prabowo menjelaskan bahwa kerjasama ini bersifat mutual dan berangkat dari visi yang sama untuk membantu penyediaan fasilitas hunian yang nyaman. Intiland dalam kerjasama ini akan menyediakan dan membangun unit-unit rumah bagi para Mitra Grab Indonesia di kawasan perumahan Talaga Bestari, Tangerang.

Intiland juga akan menyediakan program penjualan spesial untuk kerjasama ini. Untuk memudahkan pembelian unit rumah oleh para Mitra Grab Indonesia, Bank BNI Syariah juga memberikan program Pembiayaan Kepemilikan Rumah serta bantuan keringanan pembayaran uang muka (DP; down payment yang ringan.

“Kami tentu menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada semua pihak atas terciptanya sinergi yang mutual ini. Kerjasama ini punya nilai tambah karena dapat membantu para Mitra Grab Indonesia untuk berinvestasi dan memiliki hunian yang nyaman,” kata Suhendro Prabowo usai acara penandatanganan Nota Kerjasama.

Intiland melalui program kerjasama ini menyediakan unit-unit rumah satu lantai dengan luas tanah 60-74 meter persegi dan luas bangunan 24 meter persegi di klaster Taman Palem, Kawasan Talaga Bestari, Tangerang. Unit-unit rumah yang menyediakan satu kamar tidur, ruang keluarga, dan kamar mandi ini merupakan tipe rumah tumbuh yang memungkinkan pemilik untuk mengembangkan menjadi lebih luas di masa depan.
Talaga Bestari merupakan salah satu pengembangan proyek kawasan hunian terpadu yang moderen seluas 308 hektar yang dikembangkan Intiland. Terletak di jalan raya Serang kilometer 21, Cikupa – Balaraja, Tangerang, kawasan perumahan ini memiliki lingkungan hunian hijau dan asri, area komersil dan perbelanjaan, sistem kemanan 24 jam serta fasilitas transportasi feeder shuttle.
“Lokasinya strategis dan punya akses transportasi yang baik. Selain memiliki akses pintu tol Jakarta Merak, ke depan akan sangat strategis seiring pembangunan jalan tol Balaraja Serpong dan Balaraja Bandara Soekarno Hatta dan rencana pembangunan stasiun Mass Rapid Transport (MRT) E-W jalur Balaraja – Cikarang,” kata Suhendro.
Sementara itu, kemitraan dengan Intiland dan Bank BNI Syariah yang merupakan kerja sama strategis pertama antara perusahaan ride hailing dengan bank syariah di Indonesia ini, semakin memperkuat komitmen Grab untuk senantiasa meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudinya. Kemitraan ini diharapkan dapat melengkapi berbagai inisiatif kaya manfaat yang telah diluncurkan oleh Grab sebelumnya, termasuk fasilitas pembiayaan ponsel cerdas dengan paket kuota internet murah berkualitas tinggi dan program Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) untuk para mitra pengemudi GrabBike.
Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia mengatakan, “Kami memahami bahwa rumah merupakan bagian dari kebutuhan pokok setiap orang, termasuk mitra pengemudi kami. Sejalan dengan inisiatif GrabSejahtera, kami berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan sumber penghasilan yang berkesinambungan bagi para mitra pengemudi, namun juga kesempatan bagi mereka untuk memiliki rumah impiannya. Oleh karena itu, Grab menyambut baik kerja sama dengan Intiland dan BNI Syariah, dimana masing-masing perusahaan tersebut telah memiliki rekam jejak yang sangat baik pada bidangnya. Untuk memudahkan proses bagi mitra GrabCar dalam mendaftar, pihak Telaga Besari telah menunjuk perwakilan dari tim Sales mereka untuk membantu proses selanjutnya.”
Adapun pihak yang juga tak kalah penting dalam pelaksanaan program ini adalah Bank BNI Syariah. Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menyediakan pembiayan kepemilikan rumah yang mudah dengan angsuran yang tetap, jangka waktu fleksibel sampai dengan 15 tahun, bebas biaya administrasi, bebas biaya provisi, bebas biaya appraisal serta bebas denda melalui produk BNI Griya iB Hasanah.
“Sebagai Hasanah Banking Partner, BNI Syariah selalu berusaha memberikan layanan dan produk terbaik sesuai syariah untuk membantu para Mitra Grab Indonesia mendapatkan fasilitas pembiayaan perumahan terbaik di kawasan perumahan Talaga Bestari Tangerang,” kata Firman lebih lanjut.
Seiring dengan program ini, Intiland akan memulai pembangunan unit-unit rumah di Taman Palem pada semester III 2018. Pembangunan unit rumah ini diperkirakan memakan waktu enam hingga 12 bulan, sehingga pada pertengahan tahun depan sudah dapat diserahterimakan kepada para Mitra Grab.

sumber : majalahict

Lombok Diguncang Gempa, Facebook Malah Bergembira ? 0 30

Sejumlah pengguna Facebook sedang membahas gempa di Lombok dalam sejumlah posting di jejaring sosial tersebut. Tiba-tiba saja di dalam kolom percakapan muncul aneka balon dan confetti, seolah Facebook hendak “merayakan” peristiwa tragis itu. Ada apa gerangan ?

Ternyata… Algoritma otomatis Facebook rupanya salah mengenali kata “selamat” di percakapan yang bersangkutan. “Selamat” dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai ucapan bernada pujian atau keadaan seseorang yang tidak menjadi korban, tergantung konteksnya. Para peserta dalam percakapan yang ditingkahi balon tersebut sedang menyatakan keprihatinan dan berharap keselamatan untuk warga di Lombok. Ucapan belasungkawa yang salah dipahami Facebook sebagai perayaan.

Kata selamat jika diklik akan memunculkan balon dan confetti.(Istimewa) Facebook menyadari adanya kesalahan konyol itu dan segera berupaya memperbaikinya. “Fitur ini (animasi yang dipicu dengan mengetik ‘selamat’, atau ‘congrats’ dalam bahasa Inggris) tersedia meluas secara global. Kami menyayangkan kemunculannya dalam konteks yang salah dan telah mematikan fitur tersebut secara lokal,” ujar seorang juru bicara Facebook, Lisa Stratton. Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Motherboard, Kamis (9/8/2018), Stratton turut menyatakan pihak Facebook bersimpati terhadap para korban gempa bumi di Lombok. Seorang mahasiswa Indonesia yang tengah menjalani program PhD ilmu komputer di Northeastern University, Herman Saksono mengaku terkejut algoritma Facebook salah mengenali makna “selamat” dalam konteks percakapan.

“Sebelum menerapkan fungsi macam ini, para peneliti biasanya menghabiskan banyak waktu untuk memastikan ia benar-benar cocok dengan budaya dan kebiasaan berbahasa di lokasi yang akan menjadi tempat penerapannya,” ujar Herman. Gempa bumi di Lombok terjadi pada Minggu (5/8/2018) malam dengan magnitudo 7. Sejauh ini jumlah korban meninggal dilaporkan mencapai 131 orang. Sebanyak 156.003 orang terpaksa mengungsi dan terdapat 42.239 rumah mengalami kerusakan. Baca juga: Facebook Safety Check Tertipu Berita Lawas Bom di Bangkok

sumber : teknokompas