Tersandung Kasus”Sembunyikan Data Bocor Google+” Google Buka Klarifikasi 0 32

Tersandung KasusSembunyikan Data Bocor Google+ Google Buka Klarifikasi

Layanan jejaring sosial milik Alphabet, induk Google yakni Google+ bakal ditutup setelah adanya dugaan kebocoran data terhadap 500 ribu gawat. Kebocoran data ini diduga berasal semenjak bug maupun glitch.

Google telah mendeteksi bug inibermula Maret 2018 bersama memastikan bagi kagak melaporkannya akibat takut berniat pengawasan sedari regulator.

Dilansir bermula The Verge, Google takut buat melaporkan bug ini mengingat problem kebocoran data yg sedang dialami Facebook. Sedang bug ini mengekspos informasi parah Google+ serupa nama, alamat email, pekerjaaan, contoh kelamin beserta usia. Data itu tetap terekspos meskpiun pengaturan privasi telah disetel “private” bukan “public”.

Tapi, Google menerangkan maka tak tersedia bukti yg menunjukkan pengembang pihak ketiga menyadari bug ataupun menyalahgunakannya. Bug, mempengaruhi API (application programming interface) yg diakses oleh ratusan pengembang, tampaknya telah aktif antara 2015 dengan 2018.

Google menemukan bug ini selaku bagian sedari Project Strobe yg mempunyai misi buat meninjau akses pengembang ketiga ke membandel Google bersama Android. Vice President of Engineering Google Ben Smith mencatat setidaknya tersedia 500 ribu membandel yg terekspos.

Smith di dalam keterangan resmi membagikan alasan mengapa enggak mengungkap langsung bug pada waktu didapati.

“Setiap tahun, kita mengirim jutaan pemberitahuan terhadap pemakai berhubungan dengan bug bersama kesulitan privasi beserta keamanan. Kapan jua data pemakai boleh jadi terpengaruh, kita melampaui persyaratan hukum kita bersama menerapkan sebanyak kriteria yg difokuskan terhadap pemakai kita bagi menentukan pemberian pemberitahuan.

“Privacy & Data Protection Office kita meninjau problem ini, mengamati ujud data yg terlibat, apakah kita dapat mengidentifikasi pemakai bersama cermat, apakah tersedia bukti penyalahgunaan, beserta apakah tersedia tindakan yg dapat diambil oleh pengembang maupun pemakai selaku respon. Tak satu saja mulai tentang ini yg terpenuhi,” tulis Smith di dalam blog resmi.

Google+ bakal dimatikan semasa sepuluh bulan, artinya nyata mau diaktifkan pada Agustus 2019. Smith mengungkapkan Google + sedang direncanakan selaku buatan andalan semenjak Google. Langkah yg memadai janggal mengingat Google+ mempunyai bug bermasalah yg dapat dimanfaatkan buat mengeksploitasi data pemakai.

sumber : cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *