Masyarakat Sepakat Menolak Investor di Taman Nasional Komodo 0 120

Rencana pembangunan sarana wisata alam oleh PT Singkat Komodo Lestari pada Kawasan Balai Taman Nasional Komodo (TNK) menuai sebanyak penolakan. Hal itu terjadi lantaran pembangunan tersebut dinilai berdampak jelek pada habitat tumbuhan dengan hewan pada wilayah tersebut.

Berdasarkan pelaku pariwisata Manggarai Barat Matheus Siagian, andaikata pembangunan pada Pulau Rinca tetap dibangun, habitat pada wilayah tersebut terancam punah. Apalagi, Taman Nasional Komodo dipastikan enggak alamiah lagi.

“Andaikan dipaksakan habitat yg tersedia ala perlahan berniat punah. Itu berharga wisatawan kagak terpikat lagi ke Labuan Bajo. Menjadi, pembangunan itu wajib ditolak,” kata Mattheus.Bagi mencegah kerusakan ekosistem laut, Balai Taman Nasional Komodo melarang mereka nelayan menangkap ikan pada berbagai area selam kawasan wisata Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.
Penolakan pun meluncur sejak Komisi III DPR RI. Kalian meminta pembangunan tersebut dihentikan.

Penolakan disebabkan gara-gara dinilai berdampak tidak bagus terhadap habitat tanaman beserta hewan yg tersedia pada TNK.

“Komisi III DPR RI meminta supaya pembangunan ini bagi tidaklama dihentikan. Tersedia kontroversi pada kaum. Taman nasional ini wajib kembali ke habitatnya,” kata anggota Fraksi PKS Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Jamil, Sabtu, 04 Agustus 2018.

Berlandaskan Nasir, pihaknya kagak menolak investor berinvestasi pada Labuan Bajo. Investor jua wajib taat pada ketentuan perundagan-undangan. Andaikan pembangunan dipaksakan karena itu ekosistem pada TNK terancam punah dengan tak berniat alamiah lagi.

“Ini wajib diperhatikan benar, berkat Taman Nasional itu enggak boleh dikomersialisasi yg bertentangan beserta fungsi taman nasional itu sendiri,” kata Nasir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *