Cari Lowongan Kerja Via Online ? Apakah Berhasil ? 0 85

Sandra bersama penuh harapan menekan tombol menu apply now pada platform lowongan kerja digital. Perempuan yg berusia 23 tahun itu tengah mengejar lowongan pekerjaan bermula lulus pada bangku perkuliahaan serta berharap ingin merubah nasib hidupnya. Sedari setalah diwisuda pada bulan terus, dia kembali mengaktifkan membandel JobStreet miliknya demi satu buah peruntungan aktual.
Dirinya kini sedang berkarya pada satu buah perusahaan yg bergerak pada bidang jasa pelayanan komukasi pada Rungkut Industri, Surabaya. Tetapi, dia sedang berusaha menginginkan tempat berkarya yg lebih dekat serta tempat tinggalnya pada Mojokerto. Memburu lowongan kerja via online untuk menjadi pilihannya. Di dalam satu bulan, dia dapat mengirimkan sepuluh-dua puluh lamaran kerja metode online ke berbagai perusahaan yg tersedia pada JobStreet alias media online lainnya.“Ane dapat panggilan kerja duga-duga sepuluh-dua puluh persen sejak jumlah lamaran yg aku kirim setiap bulan,” cerita Sandra.Platform lowongan kerja online memang banyak bermunculan. Sedari sejak situs pencari lowongan kerja yg pernah adasemenjak awal 2000-an serupa JobsDB alias JobStreet, sampai bersama berbagai platform anyar antara lain: YesJob, Qerja, Zelos, KapanKerja, Kerjabilitas, JobSmart, Urbanhire, Rekruta, Karirpad, KerjaDulu, Jobs.id, Idtalent, Jojoba, sampai serta Gawean, beserta banyak lagi.

Pada Indonesia, JobStreet meladeni dua puluh.000 perusahaan beserta telah lebih bermula tujuh juta pencari kerja terdaftar pada situs tersebut. Meriana, Corporate Marketing Assistant Manager JobStreet mengaku kagak mempunyai data pasti mengenai jumlah user atau juga pencari kerja yg telah menguasai kerja sejak lowongan yg disediakan oleh JobStreet.
Sebanyak 25% mulai pencari kerja yg terdaftar pada JobSreet, mewujudkan pemilik pengalaman kerja pada bawah satu tahun. Sedang pencari kerja serta pengalaman kerja antara lima-sembilan tahun mencapai tujuh belas% persen. Masa ini profesi yg sedang dicari bersama dibutuhkan oleh berbagai perusahaan pada Tanah Air mewujudkan marketing, khususnya digital marketing beserta pula berbagai profesi pada bidang IT.

“Berlandaskan mapping JobStreet, kota yg paling banyak menawarkan pekerjaan beserta kota yg paling banyak pencari kerja merupakan Jakarta,” ungkap Meriana.

Kebutuhan karyawan yg tinggi pada bidang IT jua diakui oleh pengelola platform Idtalet dengan YesJob. “Programer, developer IT serta grapich designer jadi profesi yg sedang dicari setidaknya pada Jabodetabek ketika ini,” jelas Iwan Primer, CMO sekaligus Co-Founder YesJob terhadap Tirto.

Idtalent, platform lowongan kerja online besutan Putra Nababan, mendata kebutuhan sumber upaya insan pada bidang IT ataupun digital memadai banyak dicari masa ini seiring beserta perkembangan industri tehnologi. Pemakai Idtalent, berlandaskan Putra Nababan ialah entry level pada mana usia dua puluh-25 tahun alias yg mempunyai pengalaman kerja sampai serta dua tahun, mendominasi pencari kerja pada platform tersebut.

Perusahaan atau juga pencari kerja sedang utuh tersedia pada Jakarta. Ala offline, kata Putra, sebanyak 80 persen pelamar Idtalent banyak terserap pada industri beserta buat pelamar yg nyata bergabung, anyar 30 persen terserap oleh industri. “Ketika ini tersedia 50 perusahaan yg mendayagunakan jasa Idtalent bagus online ataupun offline beserta sebanyak lima.000 pelamar terdaftar pada beta Idtalent,” jelas Putra.

Sedang YesJob, telah bekerjasama serta 800 perusahaan atau juga orang yg sedang menginginkan karyawan bersama jumlah 61 ribu pemakai aktif. Iwan mengaku, semenjak jumlah 61 ribu user tersebut, pihaknya kagak mengetahui berapa banyak yg telah terbantu jasa YesJob di dalam memburu atau mempunyai pekerjaan. Ini dikarenakan platform YesJob belaka dapat melacak unlock profile user jua. “Persentasenya boleh jadi sedang mungil, sahaja sekitar satu persen pun buat persentase unlocking profile semenjak kandidat yg match and interested. Bagi data sampai tahap bertugas, kita tak mempunyai data yg valid,” imbuh Iwan.

Semenjak pengakuan mereka pengelola platform lowongan kerja, memang sulit melacak efektivitas keberhasilan pencarian lowongan kerja. Membedakan, pengakuan pemakai tenaga kerja yg bersumber mulai platform, setidaknya dapat memberi gambaran. Kompas.com andaikan, mengaku memanfaatkan lebih sedari satu jasa platform penyedia lapangan kerja online. Pada antaranya mewujudkan JobStreet, Urbanhire, Kalibrr beserta Dashboard JobKompas.com. Kerja sebanding yg dibuat seiring serta kebutuhan pemenuhan jumlah karyawan.

“Yg terbaru merupakan kerja ekuivalen beserta Kalibrr pada awal tahun 2018. Sebenarnya yg memasang jasa Kalibrr ialah Grup Majalah pada Kompas Gramedia Grup, kecuali kita pula dapat mengakses buat meletakkan lowongan kerja pada sana,” jelas Rully S. Akbar, HRD Superintendent Kompas.com terhadap Tirto.

Rully merinci, setidaknya sebanyak 27 persen bermula karyawan yg masuk ke perseroan didapat sejak platform penyedia lowongan kerja online tersebut. Berlandaskan Rully, sebagian gede sejak persentase penerimaan karyawan tersebut didapat Kompas.com semenjak karna kerjasama beserta platfrom Urbanhire keterlibatan adanya kerja ekuivalen serta Kompas Karir.

Dirinya mengungkapkan tersedia banyak alasan perseroan memasang sumbangan jasa platformlowongan kerja online. Jikalau ajah, soal besarnya jumlah curriculum vitae (CV) pelamar kerja yg masuk setiap minggunya ke perseroan. Jumlah CV yg banyak didapat Kompas.com umumnya akibat kerja sebanding bersama JobStreet.

Tidakpermanen, kemudahan buat mengolah lantaran CV yg masuk didapat Kompas.com mulai lantaran kerja ekuivalen serta platfrom Urbanhire. Padahal bagi kwalitas CV terbaik yg masuk, didapat Kompas.com sedari berkat meletakkan lowongan kerja pada platform Kalibrr.

“Memang enggak sebanyak sedari JobStreet, sebaliknya sedari kwalitas CV yg masuk mulai Kalibrr lebih bagus. Sedang platform DashBoard JobsKompas.com dapat menolong pageview situs Info Kompas.com,” umbuh Rully.

Rully menambahkan, metode penyaringan karyawan sejak lantaran kerja sebanding beserta platform lowongan kerja online sangat menopang perseroan. Alasannya, tugas penyeleksian mengenai posisi pekerjaan, tugas dengan tanggung jawab serta penyaringan lainnya telah terseleksisedari awal.

infografik situs penyedia info lowongan kerja

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, per Februari 2018 jumlah pengangguran di Indonesia berkurang 140 ribu orang. Di lihat dari tingkat pendidikan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mencapai 8,92 persen. Lulusan SMK inilah yang coba diakomodir oleh platform Jojoba serta Gawean, yang khusus menghubungkan pencari kerja non-eksekutif dengan berbagai perusahaan di Indonesia terutama di Jakarta dan sekitarnya.

Chief Marketing Officer Gawean Dwi Taruna mengatakan dengan tren coffee shop yang sedang menjamur di kota-kota besar, maka posisi Barista sangat dicari saat ini. “Coffee shop hampir ada di mana-mana dan restoran pun dalam menyajikan menu minuman juga menyediakan kopi. Selain posisi Barista, yang paling banyak dibutuhkan adalah cook maupun waiter/waitress,” kata Dwi Taruna yang akrab disapa Neita kepada Tirto.

Sudah ada lebih dari dua ribu pencari kerja yang terdaftar di Gawean dengan 40merchant coffee shop maupun restoran yang bekerja sama untuk mencari pekerja. Sementara di Jojoba, telah ada sekitar 7.500 pencari kerja yang terdaftar dengan lebih dari 450 perusahaan menggunakan jasa untuk mencari karyawan non-eksekutif.

Andreas Setiadi, CEO JoJOBa Jobs mengatakan sekitar 5 persen dari data user yang terdaftar di platformnya telah mendapat pekerjaan, utamanya di Jakarta dan Surabaya. Pencari kerja di luar Jabodetabek menurut Andreas, sangat semangat untuk mencari pekerjaan. “Saat ini jumlah pencari kerja yang masih menganggur paling banyak di wilayah Banten berdasarkan mapping kami,” jelas Andreas.
Meski persentase keberhasilan melamar pekerjaan via online tak ada angka yang pasti, tapi saluran ini patut jadi pertimbangan bagi para pelamar pekerjaan. Keberadaan situsweb pencari lowongan kerja memberikan alternatif lain bagi para pencari kerja.

Sayangnya, pemanfaatan teknologi digital untuk mencari kerja memang belum maksimal digunakan oleh generasi muda di beberapa negara berkembang seperti Brasil, India, Indonesia, dan Afrika Selatan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Solution For Youth Employment (S4YE)(PDF) yang bekerja sama dengan plaform digital LinkedIn, di empat negara tersebut, lebih dari 78 juta profil LinkedIn kurang menggunakan platfrom digital untuk mencari kerja.

Padahal, pencarian lowongan kerja melalui platform online di Indonesia menurut Yas Asultanny dalam American Journal of Information Science and Computer Engineering berjudul Evaluating the Factors Affecting on Intension to Use of E-Recruitment (PDF), mencerminkan besarnya niat untuk mencari kerja. Ini karena, pencarian kerja melalui online memiliki persepsi mudah digunakan, memiliki manfaat yang besar dan memengaruhi keputusan melamar kerja posisi tertentu.

Evolusi industri perekrutan tenaga kerja melalui online, menurut Yas, telah dimulai pada era 1990-an, di mana tren digitalisasi dimulai dan menjadi cara interaksi yang lebih efisien antara perusahaan pemberi kerja dengan pencari kerja.

“Menggunakan bantuan platform pencari kerja online, memiliki hubungan yang signifikan terhadap sikap dan niat mencari kerja,” tulis Yas dalam jurnal tersebut.

McKinsey&Company dalam laporannya berjudul Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity (PDF) yang terbit pada Oktober 2016 menyebutkan, penggunaan teknologi digital dapat meningkatkan pasokan tenaga kerja, meningkatkan partisipasi jumlah angkatan kerja serta mengurangi pengangguran. Platform informasi lowongan kerja dapat membantu memfasilitasi serta menyesuaikan permintaan perusahaan dengan pencari kerja dengan lebih cepat, sehingga menurunkan pengangguran secara efektif.

Platform online, menurut laporan McKinsey juga dapat mengaktifkan tiga persen dari populasi 35 juta penduduk perempuan di Indonesia di rentang usia 15-64 tahun untuk mendapat pekerjaan. Penggunaan teknologi, berpotensi menambah 3,7 juta lapangan kerja dan menyumbang $35 miliar per tahun untuk ekonomi Indonesia pada 2025.

Untuk itu bagi para pelamar kerja sebaiknya memperhatikan kualtias CV dan pengalaman baik itu mengikuti kegiatan pelatihan, bisa juga anda mengikuti pelatihan pembuatan website sehingga Anda akan mendapatkan skill dalam bidang IT karna kebutuhan programmer saat ini sangat terbuka luas.Jadi Tunggu apa lagi segera daftakan dirimu di kelaswebsite.

Penulis: Dea Chadiza Syafina
Editor: Suhendra
Editor Lendcreative : madeandriawan
sumber : tirto.id 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *