Tuduhan Curangi Hasil Benchmark Dilayangkan Ke Pihak Huawei dan Oppo 0 29

Tuduhan Curangi Hasil Benchmark Dilayangkan Ke Pihak Huawei dan Oppo

Sejumlah kala terus pernah terdengar kabar karena itu vendor ponsel misalnya China, Huawei, terindikasi melangsungkan tindakan kecurangan di dalam lantaran uji benchmark. Ternyata brand lain yakni Oppo, Honor bersama Realme jua disinyalir melancarkan kecurangan bagaikan. Satu buah riset terbaru menunjukkan karena itu Huawei serta Oppo serta kedua brand turunannya yakni Honor bersama Realme, ternyata “mengelabui” pemakai serta lantaran benchmark yg tak sesuai serta performa sesungguhnya.

Indikasi kecurangan ini terkuak sedari karna pengujian yg dibuat oleh First Post. Baca pun: Ketahuan Curang, Huawei Buka Akses ke “Mode Rahasia” Di dalam penelitiannya, First Post menguji sebanyak sepuluh ponsel pintar sedari berbagai brand bersama jenis yg berbeda. Kesepuluh ponsel itu ialah Huawei P20 Pro, Honor sepuluh, Nokia tujuh Plus, OnePlus enam, Oppo Find X, Pocophone F1, Realme satu, Realme dua, Redmi Note lima Pro beserta Samsung Galaxy Note sembilan. Metoda pengujian yg dilaksanakan mewujudkan serta mendayagunakan dua pelaksanaan 3DMark. Yg pertama ialah 3DMark versi publik (dapat didapat melalui Play Store) yg kedua merupakan 3DMark versi private (yg dipakai oleh kalian pengembang). Kedua pelaksanaan 3DMark ini sebenarnya mempunyai fungsi bersama fitur yg sebanding persis. Melulu nama bersama peruntukannya pun yg berbeda Mulai karena tes tersebut terlihat karena itu Huawei, Honor, Realme beserta Oppo terindikasi melangsungkan tindakan kecurangan. Semenjak karena uji yg dibuat lewat 3DMark versi private, digit benchmark yg didapat jauh lebih rendah bermula 3DMark versi publik. Karna uji benchmark mengindikasikan Huawei dengan Oppo melaksanakan tindak kecurangan (Tech dua) Honor sepuluh jadi ponsel bersama perbedaan keterlibatan uji yg tertinggi.

Sejak akibat uji 3DMark Slingshot Extreme ES tiga.satu versi publik ponsel ini mendapatkan nilai sebesar 2960,33 poin padahal pada versi private sahaja memiliki implikasi setengahnya yakni satu.540 poin. Sekian pun bersama Huawei P20 Pro yg mendapatkan akibat pengujian mode publik sebesar 2966,33 poin sedang karna mode private menunjukkan cuma berada pada digit 1681,33 poin. Artinya tersedia perbedaan sekitar 76 persen semenjak karena uji perangkat ini. Oppo bersama Realme jua terindikasi melangsungkan perbuatan laksana. Ponsel flagship milik Oppo yakni Find X menunjukkan keterlibatan benchmark sebesar 3344,33 poin buat 3DMark versi private, terpaut memadai jauh bersama implikasi uji versi publik yg menunjukkan bilangan 4575,67 poin. Buat Realme satu, lantaran uji pada mode private tersedia pada digit 747,33 poin padahal saat diuji pada mode publik hasilnya lebih tinggi yakni 1088,33. Sedang Realme dua menunjukkan bilangan 279,33 poin pada mode private bersama 449,33 poin pada implikasi pengujian mode publik. Sedari data pada atas, Oppo Find X disinyalir berhasil mencurangi berkat benchmark hingga 36,82 persen beserta bagi Realme satu hingga 45,63 persen. Padahal yg tertinggi terdapat pada perangkat Realme dua bersama peningkatan hingga 60,86 persen. Berbeda beserta lima ponsel lainnya yakni Nokia tujuh Plus, Xiaomi Redmi Note lima Pro, Pocophone F1, OnePlus enam serta Samsung Galaxy Note sembilan. Kelimanya mempunyai lantaran pengujian yg setara bagus waktu dilaksanakan pada 3DMark publik serta 3DMark private.

Implikasi benchmark lima sejak sepuluh ponsel yg diuji menunjukkan adanya perbedaan digit.  Selain perbedaan skor, turut didapati maka temperatur ponsel meningkat drastis kala melancarkan kecurangan damam benchmark. Hak ini terlihat sejak karna pengujian temperatur yg menunjukkan adanya perbedaan temperatur kala diuji bersama 3DMark private serta 3DMark public. Oppo beserta Huawei terindikasi melaksanakan kecurangan di dalam karna uji benchmark. (Firstpost) Temperatur kelima contoh ponsel yg terindikasi melancarkan kecurangan ini untuk menjadi jauh lebih panas tatkala diuji lewat 3DMark versi publik. Kian perbedaan suhunya dapat mencapai hampir sepuluh derajat celsius. Temperatur Honor sepuluh serta Find X menyentuh kisaran 60 derajat celsius, tidakpermanen temperatur baterai kedua perangkat melewati 50 derajat celsius.

Artinya, disinyalir memang tersedia mekanisme khusus buat menaikkan performa yg hendak dipicu masa ponsel terkait menjalankan pelaksanaan 3D Mark versi publik. Mekanisme ini kagak berjalan tatkala ponsel menjalankan 3D Mark versi private, boleh jadi implikasi namanya berbeda. Perangkat yg mencurangi benchmark biasanya memang sekedar hendak meningkatan performa dan menggenjot kecepatan prosesor pada luar batas normal waktu mendeteksi pelaksanaan (benchmark) khas sedang dijalankan berlandaskan nama. Bisajadi itulah sebabnya tersedia perbedaan temperatur yg signifikan antara 3D Mark versi publik bersama private. Metoda curang type sebagai itu sebenarnya sempat banyak dilaksanakan oleh pabikan komputer serta smartphone hampir-sebelumnya. Bukan kali ini jua tersedia yg ditengarai melancarkan kecurangan. Akibat, meski juga belom tentu mewakili kinerja satu hari-hari, skor pada pelaksanaan benchmark sering oleh karena itu rujukan performa satu buah perangkat.

Masalahnya, peningkatan performa bersama kecurangan seolah-olah pada atas enggak konsisten implikasi belaka terjadi pada pelaksanaan spesial pun, sekaligus berpotensi mengganggu kenyamanan pemakai, apalagi pula dapat meghancurkan perangkat karna temperatur yg naik oleh karena itu jauh pada atas kewajaran. Ponsel Realme satu serta Realme dua di dalam pengujian First Post, sumpama, pernah jadi tak stabil keterlibatan kepanasan, terus crash dengan tak dapat menyelesaikan benchmark. Ponsel yg gerah berlebihan jua untuk menjadi terlalu panas buat digenggam, tidakpermanen komponen-komponen misal baterai serta lem perekat yg peka terhadap temperatur tinggi dapat menghadapi kerusakan.

sumber : tekno.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *