Uber Baru Mengungkapkan Bahwa Data nya Telah di Retas Akhir Oktober 2016 0 49

Perusahaan transportasi online dunia, Uber, mengakui data kalian sempat diretas pada Oktober 2016. Pernyataan tersebut baru dilontarkan Uber pada Selasa (22/sebelas/2017), satu tahun setelah kejadian.

Berlandaskan pernyataan Uber, kalian meretas & mencuri informasi 57 juta pemakai pada seluruh dunia. Data tersebut mencakup nama, alamat isi warkat elektronik, bersama nomer telepon pemakai. Selain itu, hacker ajah mencuri data 600.000 pengemudi Uber pada Amerika Perkumpulan (AS).

Walau sebagai itu, persoalan ini telah diatasi pada bulan Nopember 2016. Saat itu, Uber berhasil mengidentifikasi identitas peretas. Uber meminta peretas bagi mengembalikan data tersebut dengan membayar tebusan sebesar seratus.000 dolar AS (Rp satu,tiga milyard) selaku biaya tutup mulut.

Data yg dicuri berikutnya dikembalikan oleh peretas yg telah menerima sebanyak fulusbermula perusahaan transportasi online dunia tersebut. Data ini kemudian dihapus oleh Uber supaya tak disalahgunakan.

CEO Uber, Dara Khosrowshahi, menjelaskan mengapa dirinya aktual mengungkap insiden ini terhadap publik. Menurutnya, Uber memiliki kewajiban hukum buat menyampaikan pelanggaran ini terhadap publik.

“Engkau dapat oleh karena itu bertanya mengapa kita membicarakan tentang ini sekarang, satu tahun nanti. Ane ajah menyandang pertanyaan yg ekuivalen, buat jadi aku lekas meminta penyelidikan menyeluruh atas apakah yg terjadi bersama bagaimana kita menanganinya,” ujar Khosrowshahi

“Ane tidak dapat menghapus masa lantas, sebaliknya ane dapat berkomitmen atas nama Uber karena itu kita akan belajar semenjak kelalaian,” tambah Khosrowshahi.

Problem peretasan data bukan kali ini pun menerpa Uber. Sebelumnya, perusahaan pelaksanaan taksi online ini telah terkena serangan cyber pada Mei 2014. Serangan ini memicu 50 ribu informasi pemakai dengan pengemudi uber di dalam ancaman.

Tatkala itu, Uber jua tidak langsung mengumumkan serangan cyber yg dialami. Kalian menyimpan informasi tersebut mulai publik, inklusif pengemudinya tatkala delapan bulan.

“Kita fikir ini enggak benar, sebab itulah kita sekarang mengambil tindakan yg telah kita jelaskan,” kata Uber pada halaman informasinya untuk pengemudi ketika itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *