Alasan Pengguna Android Pindah ke iOS dan Sebaliknya? 0 62

Alasan Pengguna Android Pindah ke iOS dan Sebaliknya

Sistim operasi (OS) oleh karena itu tidak benar satu pertimbangan kalian gadget antusias di dalam memilah smartphone. Berkat OS yg mengoperasikan perangkat bakal memengaruhi sejumlah hal umpama user experience, jadual pembaruan, hingga fitur-fitur pada dalamnya. Masa ini, pada dunia software mobile didominasi dua OS raksasa, yakni iOS keluaran Apple yg terpasang pada lini iPhone, serta Android besutan Google yg sebarannya lebih luas pada banyak vendor smartphone. Lalu, mana lebih banyak? Pemakai Android pindah ke iOS ataupun kecuali? Tidak menggunakan data yg pasti, jawaban yg bakal timbul hanyalah berlandaskan pengamatan Sekitar semata. Bagi mengetahuinya ala kuantitatif, PC Mag menyebar survei selagi tiga hari beserta melibatkan dua.500 responden Amerika Perkumpulan. Lebih sedari separuh responden atau juga 54 persennya mengaku menyandang iPhone bersama 27 persen mempunyai smartphone Samsung. Mulai keterlibatan survei tersebut, delapan belas persennya mewujudkan penggguna Android yg eksodus ke iOS dengan sebelas persennya pindah bermula Android ke OS lain yg tak disebutkan.

Sistim operasi lainnya dapat oleh karena itu Windows Phone maupun BlackBerry, tapi survey ini sahaja fokus pada Android dengan iOS. Mayoritas responden, yakni 71 persen, mengaku tetap setia dan OS yg dimakan kala ini. Kemudian, apakah sebenarnya yg melatar belakangi pemakai berpindah OS lain? User Experience (UX) Karna survei menunjukkan, sebanyak 47 persen sedari kalian yg berpaling ke iOS mendapati user experience yg dirasa lebih melampiaskan. Sahaja 30 persen mantan pemakai iOS yg menganggap UX Android lebih bagus. UX kedua platform tersebut sangat jauh berbeda. Dapat untuk menjadi, mengoperasikan UX yg sepenuhnya nyata jadi kesenangan tersendiri. Harga Aspek kemudian ialah keluhan harga. iOS pada lini iPhone masuk ke jajaran ponsel high-end yg tentu dibanderol beserta harga menengah ke atas. Harganya “sebelas-dua belas” beserta flagship vendor ponsel Android, ibarat Samsung ataupun Huawei, yg mendominasi tiga gede pasar smarpthone dunia. Tapi, nilai lebih Android ialah pasarnya yg luas hingga ke ponsel kelas menengah lagipula entry-level beserta versi Android Go Edition. Tentang ini memungkinkan berbagai kalangan punya kesempatan menjajal platform Android bersama harga ponsel yg bersahabat.

Gara-gara itulah memadai masuk akal misalnya 29 persen eks pemakai iOS yg pindah ke Android terpuaskan sedari segi harga. Melulu sebelas persen pemakai Android yg mengklaim mendayagunakan iPhone buat investasi. Fitur Alasan selanjutnya mewujudkan ragam fitur yg dapat dinikmati. Persentase pemakai Android ke iOS bersama kecuali gara-gara alasan fitur sejatinya sangat tipis. Sebesar 24 persen eks pemakai iOS yg pindah ke Android mengaku jikalau fitur pada Android lebih bagus. Melainkan, sebanyak 25 persen alasan mantan pemakai Android yg pindah ke iOS, mengaku mengincar fitur yg lebih mumpuni. Tidaklama enam persen responden, sedikitpun OS-nya mengaku alasan mengganti OS mewujudkan harta fitur, layanan konsumen yg lebih bagus, serta pembaruan software yg rutin. OS bukan yg primer Menariknya, mulai implikasi survei yg dirangkum KompasTekno sedari PC Mag, Minggu (26/delapan/2018), OS yg dimakan vendor enggak jadi pertimbangan primer calon pembeli di dalam memilah perangkat. Sekedar sembilan belas persen sedari total responden yg menciptakan OS aspek kunci di dalam memastikan ponsel pintar. Tersedia dua kriteria primer yg dicermati konsumen yakni banderol harga sebesar 33 persen, merek ponsel itu sendiri sebesar 26 persen.

Mayoritas responden bersama persentase 56 persen, mengaku enggak terlalu ambil pusing beserta peluncuran smartphone aktual. Sebanyak 34 persen mengucapkan mau membeli ponsel hangat apabila kontrak para habis dengan tujuh belas persennya membeli jiak layar smarphonenya rusak. Saat responden ditanya seberaoa sering kalian menngganti smartohone para, 53 persen menjawab belaka mau mengganti ponsel hangat asalkan yg lama telah rusak.

sumber : tekno.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *