Apple Telah merespons tentang persoalan lubang keamanan (bug) 0 62

Apple Telah merespons tentang persoalan lubang keamanan (bug)

Apple singkat merespons persoalan lobang keamanan (bug) pada sistim operasi MacOS High Sierra yg belom lama dirilis. Pembaruan (update) versi sepuluh.tigabelas.satu diluncurkan pada tatkala 24 jam setelah banyaknya laporan yg mengeluhkan sistim kemanan MacOS yg bolong.

Pada di dalam situsnya, Apple mengutaraka jikalau update ini tak berpengaruh ke versi lawas MacOS Sierra sepuluh.duabelas.enam bersama sistim operasi sebelumnya. Bagi update MacOS sepuluh.tigabelas.dua beta, belom tersedia perbaikan yg tersedia. Tidakpermanen ini melulu tersedia pembaruan MacOS sepuluh.tigabelas.satu.

Apple mengutarakan jika kemanan yakni yg primer bagi konsumennya serta menyayangkan kejadian ini.

“Tatkala tentang ini disadari oleh teknisi kita, kalian akas membuat pembaruan bagi menutup lobang tersebut.” jelas Apple

Apple menyebut update MacOS Sierra telah dapat diunduh pada Rabu (29/sebelas/2017) pagi tatkala AS. Update sistim itu dapat hendak disalurkan metode otomatis, atau juga pemakai dapat mengeceknya sejak App Store bagian Updates pada perangkat Mac.

“Kita sangat menyesali kejadian ini serta meminta maaf terhadap seluruh pemakai Mac, bagus bagi perilisan pembaruan beserta keamanan yg lemah atau juga bagi penyebabnya.
Konsumen kita berhak mendapatkan yg lebih bagus. Kita berniat mengaudit mekanisme pengembangan software bagi mencegah berhubungan dengan ini terulang lagi”, imbuh Apple.

Sebelumnya, tidak benar satu pemakai MacOS High Sierra mengeluhkan lobang kemanan yg lemah pada komputer Macnya. Bug pada bagian User & Groups sedari menu System Preference itu menciptakan akses kontrol administratif yg dapat diakses oleh siapa pun, enggak membutuhkan password.

sampai-sampai MacOS High Sierra bagus pada MacBook Air atau MacBook Pro tak terkunci, seseorang dapat menyandang akses root-user belaka dengan mengetik “root” pada kolom “User Name” tidak menggunakan wajib mengisi kolom password.

Bug ini malah lebih fatal kalau setting screen sharing pada komputer tersebut diaktifkan

sumber: tekno.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *