Perselisihan Antara Apple dan Qualcomm 0 402

Keputusan Apple menggunakan chipset mobile Merk Intel dan Mediatek pada prototipe ciptaan barunya menciptakan Qualcomm berang.

Qualcomm kembali melayangkan gugatan terhadap Apple pada pengadilan negara bagian California, San Diego, Amerika Perkumpulan (AS) pada Rabu (satu/sebelas/2017) lalu. Produsen chipset ini menuduh Apple mempersembahkan Intel akses terhadap tehnologi Qualcomm. Intel sendiri mewujudkan kompetitor Qualcomm pada pasar chipset.

Tuduhan tersebut dilayangkan Qualcomm akibat Apple enggak memisahkan karyawan sesuai serta pengalaman kalian bertugas. Beberapa karyawan yg telah bertugas pada perangkat berteknologi Qualcomm, turut andil pada di dalam mengembangkan perangkat anyar ber-chipset Intel.

Inilah yg memicu kecurigaan Qualcomm terhadap Apple. Qualcomm khawatir tehnologi yg selama ini mereka jaga dapat bocor ke Intel lewat pekerja Apple.

Perselisihan antara dua perusahaan tehnologi ini telah berlangsungsemenjak awal tahun. Gugatan pertama dilayangkan oleh Apple, terkait tudingan terhadap Qualcomm atas kecurangan pada di dalam biaya lisensi serta persoalan paten.

Gugatan tersebut nanti dibalas oleh Qualcomm. Pada April 2017, Qualcomm mengajukan gugatan terhadap Apple terkait ketidak mampuan dan tak transparannya Apple pada di dalam memasang chipset buatannya.

Pertengahan Oktober 2017, Qualcomm mengirim sinyal bagus bagi kembali rujuk dan Apple, kecuali pernyataan tersebut dimentahkan oleh Apple beserta memilih Intel serta Mediatek selaku pemasok chip hangat.

Masa depan Qualcomm – Apple

The Wall Street Journal telah mengeluarkan analisa bahwa Qualcomm bakal banyak dirugikan terkait konflik yg terjadi. The Wall Street Journal menandaskan bahwa  Qualcomm hendak kehilangan pendapatan hingga tigabelas persen apabila Apple benar-benar memutus kontraknya selaku pemasok chipset.

Apple semasa ini disebut-sebut selaku tidak benar satu klien terbesar Qualcomm, membedakan berhubungan dengan ini dibantah oleh pabrikan chipset itu. Qualcomm menyebut lantaran itu perusahaan besutan Steve Jobs itu bukanlah klien primer.

Hal tersebut pun dibuktikan dengan naiknya harga saham Qualcomm sebanyak tiga,delapan persen bagi untuk menjadi 55,47 dollar AS alias Rp 747.000 per lembarnya pada bursa saham New York, AS pada hari gugatan dilayangkan. Begini pula serta Apple yg berubah pada digit 167,85 dollar AS atau Rp dua,dua juta per lembarnya.

Sembari menunggu putusan pengadilan, bagus Apple serta Qualcomm kemudian melakukan pengembangan serta kerja sebanding strategis dengan kawan lain. Jika pula wajib berpisah, Apple maupun jua Qualcomm diharapkan sedang dapat meneruskan bisnis serta semestinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *